Jumat, 28 Maret 2014

E-Learning

Penerapan E- Learning Dalam Pembelajaran Suatu Langkah Inovasi

I. Pendahuluan

Kemajuan suatu bangsa salah satu indikatornya, dapat dilihat dari perkembangan dunia pendidikan pada bangsa tersebut. Kemajuan pendidikan juga menggambarkan tingkat tingginya kebudayaan suatu bangsa. Kemajuan sektor pendidikan akan berpengaruh cukup signifikan terhadap kemajuan suatu bangsa, khususnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Demikian pula sebaliknya kemajuan suatu bangsa berpengaruh yang cukup signifikan pula terhadap sektor pendidikannya.

Sekarang bagaimana halnya dengan perkembangan kemajuan pendidikan di negara kita. Kalau kita amati secara kasustik perkembangan pendidikan di negara kita sebenarnya cukup menggembirakan, seperti telah diraihnya prestasi juara I Olympiade Fisika Internasional beberapa kali oleh putera - puteri Indonesia. Hanya saja prestasi ataupun tingkat kemajuan pendidikan di negara kita justru menggambarkan hal yang sebaliknya. Ini terungkap dari hasil penelitian yang oleh lembaga-lembaga internasional yang berkompeten mengadakan penelitian di bidang pendidikan. Bahkan kita berada jauh di bawah Malaysia, dan Singapura, dan yang sangat mengagetkan kita justru berada di bawah Vietnam.

Terlepas dari kriteria - kriteria yang dijadikan acuan dari penelitian tersebut, yang jelas dari hasil penelitian itu, sudah menggambarkan kondisi pendidikan di negara kita saat ini. Hal ini tentunya akan menjadi pemicu bagi kita semua yang kerkecimpung dalam dunia pendidikan untuk lebih meningkatkan kinerja dan inovasi -inovasi dalam dunia pendidikan .

Salah satu inovasi yang perlu dilakukan menurut penulis adalah model dari pelaksanaan pembelajaran. Hal ini perlu dilakukan sebab dalam kegiatan pembelajaran inilah transfer berbagai kompetensi berlangsung.

Sesuai dengan kondisi saat ini dimana perkembangan teknologi sangat pesat, khususnya di bidang teknologi informasi. Jadi sudah merupakan keharusan untuk memanfaatkan teknologi informasi tersebut ke dalam dunia pendidikan khususnya di Sekolah Dasar.

Artikel ini sengaja ditulis untuk memberikan masukan dan sumbang saran agar model pembelajaran di Sekolah Dasar terjadi perubahan ke arah peningkatan yang lebih signifikan dibandingkan kondisi yang ada saat ini. Menurut penulis eksistensi pembelajaran yang ada di sekolah dasar saat ini pada umumnya masih teacher sentris, dan belum memanfaatkan media pembelajaran secara optimal, khususnya belum memanfaatkan media teknologi informasi, khususnya internet.
  
II. Dasar Pemikiran Strategi Penerapan E-Learning dalam Pembelajaran.

a. Tinjauan Kondisi Pembelajaran di Sekolah Dasar Saat ini.

E. Mulyasa, 2005 menyatakan bahwa guru, kreatif, profesional, dan menyenangkan harus memiliki berbagai konsep dan cara untuk mendongkrak kualitas pembelajaran. Langkah untuk mendongkarak kualitas pembelajaran antara lain dengan mengembangkan kecerdasan emosi, mengembangkan kreatifitas

dalam pembelajaran, mendisiplinkan peserta didik dengan kasih sayang, membangkitkan nafsu belajar, memecahkan masalah, mendayagunakan sumber belajar, dan melibatkan masyarakat dalam pembelajaran.

Sesuai dengan pendapat di atas ada satu hal yang menarik perhatian penulis yaitu mendayagunakan sumber belajar. Disini sesuai benar dengan harapan penulis bahwa sumber belajar untuk kegiatan pembelajaran harus lebih variatif, hal ini untuk meningkatkan kualitas dari mutu pembelajaran itu sendiri. Salah satu sumber belajar yang sangat sedikit disentuh adalah sumber belajar yang memanfaatkan media elektronika atau komputer. Hal ini tidak terlepas dari minimnya penguasaan guru-guru di Sekolah Dasar terhadap media ini, disebabkan pula kerena adanya beberapa sekolah di tanah air kita yang belum memliliki alat tersebut dengan berbagai alasan, tidak ada dana, tidak ada tenaga yang mampu mengoperasikan dan lain-lain. Sebagai akibatnya kegiatan pembelajaran berlangsung dengan memanfaatkan sumber belajar yang itu- itu saja, yaitu guru dan buku. Sebagai akibat dari kondisi ini siswa akan belajar dengan situasi yang monoton dari hari ke hari.

Dan sudah umum yang terjadi di lapangan saat ini yaitu bahwa pembelajaran terjadi dengan dominansi dari guru. Artinya pembelajaran berlangsung dengan peranan guru yang sangat dominan, dan umumnya metode yang sering digunakan adalah metode ceramah. Dengan kondisi seperti ini pembelajaran berlangsung secara teacher centrys.

b. Kondisi Pembelajaran yang Berkualitas

Istilah pembelajaran sendiri, mengacu pada segala daya dan upaya yang sengaja dikondisikan untuk terjadinya proses belajar pada diri siswa. Sedangkan istilah belajar sendiri memeliki pengertian, suatu proses fisik dan psikis pada diri siswa. Dimana seseorang yang menagalami peristiwa belajar akan berbeda keadaannya dengan kondisi sebelum dia mengalami belajar, seperti dia akan semakin memiliki banyak pengetahuan ( kognitif ), memiliki sikap yang semakin dewasa ( afektif ), dan memiki beberapa keterampilan gerak, yang juga semakin bertambah ( psikomotor ).

Oemar Hamalik, 2001 menyatakan bahwa Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan. Di dalam interaksi inilah terjadi serangkaian pengalaman belajar. Sedangkan William Burton, mengemukakan bahwa A good learning situation consist of a rich and varied series of learning experiences unified around a vigorrous purpose and carried on in interaction with a rich, varied and propocative environment.


Sudjana, 1991 menyatakan bahwa kondisi pembelajaran yang berkualitas dipengaruhi oleh faktor-faktor : Tujuan pengajaran yang jelas, bahan pengajaran yang memadahi, metodelogi pengajaran yang tepat, dan cara penilaian yang baik. Bahan pengajaran adalah seperangkat materi keilmuan yang terdiri atas fakta, konsep, prinsip, generalisasi suatu ilmu pengetahuan yang bersumber dari kurikulum. Saat ini hal-hal tersebut akan merupakan suatu kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa.

Di dalam metodelogi pengajaran ada dua aspek yang paling menunjol yaitu metode mengajar dan media pengajaran, sebagai alat bantu mengajar, dimana media pengajaran ini merupakan salah satu lingkungan belajar yang dikonsikan oleh guru.

Salah satu ciri dari pelaksanaan pembelajaran yang berkualitas adalah dimanfaatkannya media pembelajaran, dalam proses pembelajaran. Di zaman yang serba canggih seperti kondisi saat ini dimana teknologi berkembang sedemikian pesatnya, komputer sudah bukan merupakan barang yang langka dan mewah. Dengan adanya media komputer sebagai pengolah informasi sudah selayaknyalah apabila di tiap- tiap sekolah dasar minimal memiliki satu unit komputer. Baik komputer sebagai sarana pengolah administrsi sekolah, dan akan lebih baik lagi apabila komputer dapat berfungsi sebagai media pembelajaran bagi siswa.

c. Tinjauan tentang E- Learning

Istilah E - learning tergolong hal baru dan hal aktual dalam khasanah perkekembangan Ilmu pengetahuan. Istilah ini muncul seiring dengan perkembangan kemajuan dunia elektronika yang berkembang saat ini. Artinya mencari literatur yang membahas tentang e - learning ini untuk saat ini tergolong sulit.

Dalam hal ini penulis berupaya menganalis e - learning dari susunan kata - kata e-learning itu sendiri. Istilah e-learning muncul seiring dengan dimanfaatkannya alat- alat elektronika dalam kehidupan manusia, terutama teknologi yang berbasiskan komputer sebagai alat pengolah data dan informasi. Dan terlebih lagi dengan dimanfaatkan atau munculnya internet dalam kehidupan manusia. Istilah e-learning muncul seiring dengan munculnya istilah e-e yang lain, seperti: E-Goverment ( strategi pembangunan dan pengembangan sistem pelayanan publik berbasis teknologi digital), E-Tendering, dan lain-lain.

Istilah E-Learning sebenarnya merupakan frase yang tersusun dari dua kata yaitu kata Electronic disingkat E, dan kata Learning yang dalam bahasa Indonesia berarti pembelajaran. Dengan demikian e-learning memiliki pengertian " Pembelajaran dengan memakai atau memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi ".

Perkembangan teknologi komonikasi saat ini semakin canggih. Kalau pada awalnaya jaringan sarana komonikasi masih memanfaatkan kabel, maka saat ini jaringan komunikasi sudah memanfaatkan gelombang elektromagnetik atau gelombang radio yang tanpa kabel. Saat ini kebanyakan orang sudah memanfaatkan informasi dengan memanfaatkan jaringan data pada komputer dengan cara mengadakan koneksi ke komputer lain, hal ini dikenal dengan istilah internet. Dengan adanya jaringan internet ini seseorang dapat mengakses data apa saja dengan melakukan browsing ke berbegai penyelia data ( server ) di berbegai belahan bumi ini. Artinya dengan adanya internet ini masalah ruang tidak menjadi halangan. Sebagai misal kita dapat mengakses data dari berbagai tempat di Amerika dengan memanfaatkan layanan Yahoo, hanya dalam hitungan detik, berbagai data berhasil kita akses.

Data-data tersebut sebenarnya dapat kita manfaatkan sebagai materi pembelajaran ( learning ) di sekolah dasar. Tentunya dalam hal ini diperlukan suatu keterampilan khusus, yang pertama keterampilan memanfaatkan atau mengoperasikan komputer, dan yang terutama penguasaan dalam menggunakan fasilitas internet. Disini dibutuhkan guru yang terampil, yang pertama terampil mengeperasikan komputer, dan yang selanjutnya harus terampil pula memanfaatkan internet. Jika hal ini terpenuhi maka teknologi komunikasi dan informasi yang ada pada internet dapat digunakan dalam pembelajaran.

d. Upaya Memanfaatkan E-learning untuk Meningkatkan kualitas Pembelajaran di Sekolah Dasar

Tidak dapat dipungkiri bahwa eksistensi sekolah-sekolah dasar di negara kita sangat beragam. Hal ini tidak terlepas dari faktor giografis dan topografis di negara kita yang beragam pula. Ditambah pula adanya faktor kultural yang ada pada berbagai suku juga beragam.

Terlepas dari hal diatas telah kita ketahui bersama bahwa keberadaan seperangkat komputer pada suatu sekolah sampai saat ini secara garis besar masih cukup jarang, artinya sekolah yang memiliki fasilitas komputer dengan sekolah yang belum memiliki fasilitas komputer masih banyak yang belum memiliki fasilitas komputer. Hal ini dikarenakan beberapa faktor, yaitu (1) faktor dana, artinya sekolah tidak cukup dana untuk membeli seperangkat komputer, (2) faktor kemampuan penguasaan teknologi, maksudnya masih banyak guru di sekolah dasar belum mampu mengoperasikan komputer ( GAPTEK = Gagap Teknologi ), (3) Faktor lain, misalnya faktor keamanan. Sekolah yang tidak aman enggan untuk membeli komputer.

Penulisan artikel ini mengacu pada sekolah-sekolah yang telah memiliki dan memanfaatkan komputer. Syarat sebuah komputer agar dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi, adalah komputer tersebut harus dapat dikoneksikan ke internet. Tidak semua komputer dapat dikoneksikan ke internet. Sebagai mana yang dijelaskan Mico Pardosi 2000, komputer akan dapat dikoneksikan ke internet apabila memiliki persaratan berikut:

·         Komputer tersebut harus dilengkapi dengan modem, baik modem internal maupun modem eksternal.
·         Komputer dengan prosessor Pentium 100 Mhz (minimal), lebih tinggi lebih baik.
·         Memiliki jaringan telepon, atau wareless .
·         Meng- install program Internet ( browser) ke dalam komputer, misalnya Internet Explorer.
·         Mendaftarkan diri ke ISP ( Perusahaan Penyelia Jasa Internet) yang ada, misalnya RADNET, INDONET, MEGANET, atau TELKOMNET ).

Fasilitas internet dapat dimanfaatkan sebagai media dalam pembelajaran atau e- learning yaitu dengan memanfaatkan menu search, yaitu:

·         Hubungkan komputer ke ISP
·         Setelah komputer terhubung ke ISP, klik ganda Internet Explorer,
·         Klik menu search,
·         Ketik web atau data yang akan dicari pada kotak yang tersedia misalnya kata" habitat " , maka kita akan kita dapatkan data -data yang berhubungan dengan habitat. Demikian pula apabila kita mengetikkan kata-kata yang lain tentu kita akan memperoleh data -data yang kita inginkan.

Disinilah letak essensialnya internet sebagai teknologi komonikasi dan informasi yang dapat dimanfaatkan dalam dunia pembelajaran, atau E-learning.

Dengan kecanggihan internet, apabila dapat dimanfaatkan dengan tepat, maka akan menjadi sumber belajar yang sangat lengkap, ibarat sebuah perpustakaan yang menyediakan berbagai referensi.

III. Penutup

Kesimpulan yang dapat diperoleh dari uraian di atas adalah:

·         Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan dengan pemanfaatan E-learning ( Pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi dalam pembelajaran ).
·         E- learning merupakan merupakan inovasi yang sangat tepat untuk dikembangkan di sekolah dasar saat ini sesuai dengan perkembangan teknologi yang sedemikian pesat, demikian pula dengan perkembangan informasi yang tak kalah pesatnya.

Ada beberapa hal yang perlu penulis sarankan, agar e-learning ( Pemanfaatan Internet ), di sekolah Dasar berjalan optimal :

·         Seharusnya tiap sekolah memiliki komputer yang dapat diakseskan ke internet ( langkah ini perlu difasilitasi oleh pemerintah ).
·         Seluruh sekolah harus memeliki jaringan telepon.
·         Perlu Diklat yang dapat melatih guru SD agar terampil menggunakan Komputer, seperti Diklat KKPI JARDIKNAS, salah satunya.
·         Dan yang tak kalah pentingnya lagi sebagai langkah " Pre Sercvice Training " seorang mahasiswa calon guru SD sudah selayaknya menerima mata kuliah tentang IT

Information teknologi dari bangku kuliah Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan.



Daftar Pustaka

·         E Mulyasa. 2005. Menjadi Guru Profesional. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
·         http://en.wikipedia.org/wiki/ E-learning.
·         Indrajit, Richardus Eko. 2002. Electronic Goverment. Yokyakarta : Penerbit Andi.
·         Mico Pardosi. 2001. Sistem Operasi Windows dan Internet Secara Cepat dan Mudah. Surabaya: Penerbit Indah.
·         Oemar Hamalik. 2003. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Bumi Aksara.


Jumat, 24 Januari 2014

Genesis of Aquarion

sekai no hajimari no hi   inochi no ki no shita de
kujiratachi no koe no tooi zankyou   futari de kiita

nakushita mono subete   aishita mono subete
kono te ni dakishimete   ima wa doko wo samayoiikuno

kotae no hisomu kohaku no taiyou   deawanakereba   satsuriku no tenshi de irareta
fushinaru matataki motsu tamashii   kizutsukanaide   boku no hane
kono kimochi shirutame umaretekita

ichimannen to nisennen mae kara aishiteru
hassennen sugita koro kara motto koishikunatta
ichioku to nisennen ato mo aishiteru
kimi wo shitta sono hi kara boku no jigoku ni ongaku wa taenai

kimi ga kurikaeshi otona ni natte   nando mo nando mo tooku e itte
mimamoru boku ga nemurenai boku ga kushakusha ni nattatoshitemo
kimi no na wo utautame ni...

ichimannen to nisennen mae kara aishiteru
hassennen sugita koro kara motto koishikunatta
ichioku to nisennen ato mo aishiteru   kimi wo shitta sono hi kara

ichimannen to nisennen mae kara aishiteru
hassennen sugita koro kara motto koishikunatta
ichioku to nisennen tatte mo aishiteru
kimi wo shitta sono hi kara boku no jigoku ni ongaku no wa taenai

Senin, 20 Januari 2014

Sejarah Permainan Basket

Basket dianggap sebagai olahraga unik karena diciptakan secara tidak sengaja oleh seorang guru olahraga. Pada tahun 1891, Dr. James Naismith, seorang guru Olahraga asal Kanada yang mengajar di sebuah perguruan tinggi untuk para siswa profesional di YMCA (sebuah wadah pemuda umat Kristen) di Springfield, Massachusetts, harus membuat suatu permainan di ruang tertutup untuk mengisi waktu para siswa pada masa liburan musim dingin di New England. Terinspirasi dari permainan yang pernah ia mainkan saat kecil di Ontario,Naismith menciptakan permainan yang sekarang dikenal sebagai bola basket pada 15 Desember 1891.

Menurut cerita, setelah menolak beberapa gagasan karena dianggap terlalu keras dan kurang cocok untuk dimainkan di gelanggang-gelanggang tertutup, dia lalu menulis beberapa peraturan dasar, menempelkan sebuah keranjang di dinding ruang gelanggang olahraga, dan meminta para siswa untuk mulai memainkan permainan ciptaannya itu.

Pertandingan resmi bola basket yang pertama, diselenggarakan pada tanggal 20 Januari 1892 di tempat kerja Dr.James Naismith. Basket adalah sebutan yang diucapkan oleh salah seorang muridnya. Olahraga ini pun segera terkenal di seantero Amerika Serikat. Penggemar fanatik ditempatkan di seluruh cabang di Amerika Serikat. Pertandingan demi pertandingan pun dilaksanakan di seluruh kota-kota negara bagian Amerika Serikat.

Pada awalnya, setiap tim berjumlah sembilan orang dan tidak ada dribble, sehingga bola hanya dapat berpindah melalui lemparan. Sejarah peraturan permainan basket diawali dari 13 aturan dasar yang ditulis sendiri oleh James Naismith.


GO PLAY BASKETBALL
NBA
WHERE AMAZING HAPPEN

Sejarah Berenang

Manusia sudah dapat berenang sejak zaman prasejarah, bukti tertua mengenai berenang adalah lukisan-lukisan tentang perenang dari Zaman Batu telah ditemukan di "gua perenang" yang berdekatan dengan Wadi Sora di Gilf KebirMesir barat daya.

 Catatan tertua mengenai berenang berasal dari 2000 SM. Beberapa di antara dokumen tertua yang menyebut tentang berenang adalah Epos GilgameshIliadOdyssey, dan Alkitab (Kitab Yehezkiel 47:5, Kisah Para Rasul 27:42, Kitab Yesaya 25:11), serta Beowulf dan hikayat-hikayat lain. Pada 1538, Nikolaus Wynmann seorang profesor bahasa dari Jerman menulis buku mengenai renang yang pertama, Perenang atau Dialog mengenai Seni Berenang (Der Schwimmer oder ein Zwiegespräch über die Schwimmkunst).

Perlombaan renang di Eropa dimulai sekitar tahun 1800 setelah dibangunnya kolam-kolam renang. Saat itu, sebagian besar peserta berenang dengan gaya dada. Pada 1873, John Arthur Trudgen memperkenalkan gaya rangkak depan atau disebut gaya trudgen dalam perlombaan renang di dunia Barat. Trudgen menirunya dari teknik renang gaya bebas suku Indian di Amerika Selatan. Renang merupakan salah satu cabang olahraga dalam Olimpiade Athena 1896. Pada tahun 1900gaya punggung dimasukkan sebagai nomor baru renang Olimpiade. 

Persatuan renang dunia, Federation Internationale de Natation (FINA) dibentuk pada 1908Gaya kupu-kupu yang pada awalnya merupakan salah satu variasi gaya dada diterima sebagai suatu gaya tersendiri pada tahun 1952.
Gaya Dalam renang yang digunakan dalam lomba renang estafet





Dont just see, cause you all can do it.
Just Try It

Trust Yourself

Jumat, 17 Januari 2014

Konflik Batin

Tulisan ini dibuat untuk memberi penjelasan beberapa pertanyaan yang diajukan oleh mas Adidthya. Jika boleh jujur, saya ingin mengatakan bahwa yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya. Pasalnya, sepanjang pengetahuan saya, istilah konflik batin belum pernah saya temukan dalam literatur-literatur dari beberapa aliran psikologi yang pernah saya baca. Berdasarkan pengamatan, istilah ‘batin’ justru sering muncul dalam karya-karya fiksi atau tulisan-tulisan yang membahas tentang kebatinan, semisal “Kawruh Bedjo”nya Ki Ageng Surjo Mentaram. Namun, istilah konflik batin merupakan sebuah realitas yang banyak berkembang alias digunakan masyarakat luas, maka dalam tulisan ini saya mencoba memberi uraian sebisa mungkin sesuai dengan kapasitas penulis.
Untuk memudahkan pembahasan, pertama-tama, istilah tersebut akan ditinjau dari sudut etimologis. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, di sebutkan bahwa konflik memiliki arti (1) percekcokan; perselisihan; pertentangan; (2) ketegangan atau pertentangan di dalam cerita rekaan atau drama ( pertentangan antara dua kekuatan , pertentangan dalam diri satu tokoh, pertentangan antara dua tokoh, dsb ). Sedangkan batin, di dalam kamus tersebut, diartikan : (1) yang terdapat di dalam hati; yang mengenai jiwa ( perasaan hati dsb )…..; (2) yang tersembunyi ( gaib; tidak kelihatan )…..; (3) semangat; hakikat : lahirnya menolong, batinnya menggolong,  kelihatannya speperti hendak menolong, tetapi hakikatnya merugikan.
berbatin : berkata ( membaca ) di hati;
membatin : memikir di hati; memikirkan sampai meresap ke dalam hati;
membatinkan : merahasiakan ; menyembunyikan; menyimpan di hati;
kebatinan : 1 keadaan batin ( dalam hati ); segala sesuatu yang menyangkut masalah batin; 2 ilmu yang menyangkut masalah batin; mistik; 3 ajaran atau kepercayaan bahwa pengetahuan kepada kebenaran dan ketuhanan dapat dicapai dengan penglihatan batin; tasawuf; 4 ilmu yang mengajarkan jalan menuju ke kesempurnaan batin; suluk.
Dengan penjabaran secara etimologis tersebut, Kamus Besar Bahasa Indonesia memberi arti konflik batin sebagai berikut : konflik yang disebabkan oleh adanya dua atau lebih gagasan atau keinginan yang bertentangan menguasai diri individu sehingga mempengaruhi tingkah laku;……
Dari uraian tersebut jelas bahwa untuk istilah konflik batin ini, arti yang dipergunakan untuk kata batin adalah arti pada poin (1) yaitu “yang terdapat di dalam hati” atau “yang mengenai jiwa ( perasaan hati dsb )”, bukan arti pada poin lain. Jadi, konflik batin merupakan pertentangan yang terdapat dalam hati seseorang akibat adanya dua atau lebih gagasan atau keinginan yang akibat dari pertentangan tersebut berpengaruh terhadap perilaku seorang individu.
Sampai di sini, muncul pertanyaan baru yang tak kalah abstraknya, yakni apa yang dimaksud dengan hati? Membicarakan hati tak ubahnya dengan membicarakan listrik. Sesuatu yang tak bisa dilihat wujud esensinya, tapi manifestasi atau gejalanya dapat diamati. Oleh karena itu, membicarakan hal tersebut tidak mungkin berangkat dari hasil observasi terhadap wujud esensinya sebagaimana biasa dilakukan, tetapi bermula dari asumsi-asumsi atas dasar gejala yang tampak. Berangkat dari sudut pandang seperti itu, penulis mencoba menemukan jawab atas soal-soal yang diajukan mas Adidtya.
Kita sekarang kembali kepada definisi konflik batin yang diuraikan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Dari definisi tersebut, sedikitnya ada tiga hal yang mesti diperhatikan, yakni (1) konflik batin terjadi di dalam hati. Artinya, konflik tersebut tidak bisa dilihat, bukan merupakan aktivitas fisik; (2) konflik tersebut diakibatkan oleh adanya dua gagasan atau keinginan; (3) terjadinya konflik tersebut dapat mempengaruhi perilaku seseorang.
Jika kita kembali mengikuti pola pikir yang dikembangkan psikoanalisa, maka bisa diambil asumsi bahwa yang dimaksud dengan  batin atau hati adalah struktur kepribadian, yang terdiri dari bagian yang disadari dan yang tidak disadari. Contoh konflik yang terjadi di wilayah yang disadari sebagai berikut :
Seorang yang baru lulus dari SMK jurusan IT mendapat tawaran pekerjaan di sebuah perusahaan periklanan. Perusahaan ini mengkhususkan diri memproduksi iklan-iklan berbentuk animasi untuk ditampilkan di televisi. Pemuda ini memang lulusan dari program studi IT, tetapi jurusan yang diambil bukan multi media melainkan jurusan jaringan. Karena itu, ia tidak tahu banyak mengenai program-program aplikasi yang dibutuhkan dalam pembuatan animasi. Hal ini ia sadari betul. Ia sangat yakin jika ia terima tawaran tersebut pasti tidak bisa bekerja dengan baik, bahkan akan mengecewakan perusahaan tersebut. Namun di sisi lain, melihat sulitnya mencari lapangan kerja dan besarnya gaji yang ditawarkan oleh perusahaan iklan itu, ia sangat ingin menerima tawaran tersebut. Ia bingung untuk menentukan sikap, menerima atau menolak tawaran itu. Pertentangan ini membuat dia murung sepanjang waktu. Dia lebih suka menyendiri. Perilaku murung dan menyendiri ini tidak akan berakhir sampai dia mengambil keputusan pasti, menerima atau menolak tawaran tersebut.
Pemuda ini menyadari bahwa pangkal musabab kegelisahan hatinya adalah adanya peluang dan kemampuan dirinya. Meski ia menyadari hal ini, ia tak memiliki cukup kemampuan untuk segera mengambil keputusan. Akibatnya, pertentangan tersebut berpengaruh terhadap perilakunya, berupa murung dan suka menyendiri.
Adapun contoh konflik batin yang tidak disadari adalah sebagai berikut :
Penulis pernah menghadapi klien yang memiliki perangai yang tergolong kurang normal. Ia sangat impulsif, hampir tidak bisa mengendalikan amarah. Persoalan sekecil apa pun dapat menjadikannya kemarahannya meledak luar biasa kepada orang lain. Ketika ia sedang marah, kata-kata yang keluar tanpa filter norma sama sekali. Ketidaknormalannya yang lain, ia memiliki sifat hipokrit yang luar biasa. Dan ketika sifat tersebut ketahuan orang lain, ia sama sekali tidak memiliki perasaan malu. Yang terakhir, ia memiliki kesukaan selalu mencari pacar baru, meski untuk itu ia harus banyak mengeluarkan biaya sekadar untuk memikat calon yang diincarnya. Meski untuk itu ia harus membohongi orangtuanya untuk mendapatkan uang dan berhutang ke sana  kemari.
Setelah melalui proses terapi yang relatif lama, penulis mendapat data-data pribadi klien tersebut sebagai berikut :
Klien ini berasal dari keluarga yang terbilang kaya dibanding teman-temannya yang lain. Namun, sejak kecil pemuda ini tidak pernah merasa bahagia. Pasalnya, ia merasa diperlakukan tidak adil oleh bapaknya. Ia seringkali dimarahi bapaknya. Ia merasa bapaknya selalu memusuhi dirinya, sementara terhapa saudara-saudaranya uyang lain, bapaknya menunjukkan sikap sayang yang luar biasa. Bapaknya seringkali melecehkan dirinya dihadapan saudara-saudaranya yang lain. Ia diberi stigmatisasi sebagai anak yang bodoh, tidak punya tanggung-jawab, kurang ajar dan sederet atribut negatif yang lain.
Diperlakukan tidak adil seperti itu membuat dia sangat membenci bapaknya. Bisa dikatakan bahwa kebencian telah mencapai ubun-ubunnya. Namun, ia tidak ingin memprotes sikap tidak adil yang dilakukan bapaknya. Justru ia selalu ingin bersikap sebagai anak baik di hadapan orantuanya tersebut. Apa pun ia korbankan untuk menuruti perintah dan membahagiakan orangtua. Meski tidak pernah mendapat aprsesiasi yang memadai dari bapaknya, namun ia terus ingin menunjukkan sebagai anak baik di hadapan bapaknya.
Dari data-data tersebut, penulis menarik kesimpulan bahwa sikap impulsifnya sebagai akibat dorongan untuk memberontak kepada sang bapak namun tidak pernah ia lakukan. Sifat hipokrit muncul karena dorongan memberontak tadi selalu ditutupi dengan perilaku yang ingin menunjukkan diri sebagai anak yang berbakti kepada orang tua. Sedangkan sikap yang ingin mendapat pacar sebanyak-banyaknya merupakan manifestasi dari keinginan untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia memiliki kelebihan. Sikap ini, secara tidak disadari, juga sebagai bentuk protes atas sikap bapaknya yang selalu merendahkan dirinya dihadapan saudara-saudaranya yang lain. Ia ingin menunjukkan bahwa dirinya juga punya kelebihan.
Setelah klien diajak membicarakan faktor-faktor yang melatar-belakangi sifat dan sikapnya tersebut, ia menjadi sadar. Dan sifat dan sikap yang disebutkan di atas berangsur berkurang.
Dari uraian di atas, jelas bahwa perilaku menyimpang yang ditunjukkan oleh klien berasal dari konflik-konflik yang dia alami pada masa kecil. Konflik-konflik dan akibatnya tidak pernah ia sadari sampai ia mendapat terapi untuk mengatasi penyimpangan perilaku tersebut.
Faktor-faktor Penyebab Timbulnya Konflik Batin
Jika merujuk pada struktur dan dinamika kepribadian yang dibangun Sigmund Frued, maka munculnya konflik batin ini adalah akibat pertentangan dari unsur-unsur kepribadian, Id, Ego dan Superego. Sebagaimana diuaraikan dalam tulisan saya terdahulu, Id berisi dorongan-dorongan instinktif-hewani; Ego berisi pikiran-pikiran rasional manusia yang sesuai dengan realitas yang dihadapi; dan Superego berisi sistem nilai dan norma yang berlaku di masyarakat di mana individu berada.
Sepanjang hidupnya, manusia selalu mangalami konflik dari unsur-unsur kepribadian tersebut. Konflik yang sering terjadi adalah pertentangan antara Id dan Superego. Ego sebagai penengahnya. Oleh karena itu, seseorang yang memiliki Ego lemah, diasumsikan, akan seringkali mengalami konflik batin yang tak terselesaikan dengan baik. Selanjutnya, konflik batin yang tidak kunjung diselesaikan dapat mendorong terjadinya konflik individu dengan individu lainnya. Seperti halnya klien yang dicontohkan di atas, karena ia sering berperilaku impulsif-agresif mengakibatkan tidak disukai dalam pergaulan. Meski ketika normal ia berperilaku sangat baik pada orang lain, namun karena perilakunya yang impulsif tadi sulit diduga oleh teman-temannya, ia pada akhirnya dijauhi teman-temannya. Dan, sikap teman-temannya yang menjauh darinya ini menjadikan ‘penyakitnya’ bertambah parah.
Mudah-mudahan tulisan singkat ini dapat memberi penjelasan mengenai konflik batin sebagaimana ditanyakan oleh mas Adhidtya. Penulis menyadari bahwa pemahaman penulis atas persoalan tersebut masih sangat dangkal, karena itu penulis mengharap ada pihak lain yang sudi memberi pencerahan dalam web blog ini.